Halaman

Sabtu, 08 Juni 2019

Cerita Pengalaman Mengikuti Tes Bahasa Korea [TOPIK (Test Of Proficiency In Korean)]

Halo!
Tanggal 21 April 2019 kemarin, aku mengikuti TOPIK ke 63!! Salah satu ujian bahasa yang sudah aku incar beberapa tahun lalu, akhirnya berhasil aku lewati! :)
Walau pun sudah beberapa bulan yang lalu, aku belum sempat menulis pengalamanku di blog ini.
So, here it is!

Mungkin ada yang belum mengetahui tentang TOPIK. Seperti yang sudah tertulis pada judul, TOPIK kepanjangan dari Test Of Proficiency In Korean. Jadi singkatnya, Topik itu ujian untuk mengetahui kemampuan bahasa korea kita. Aku sendiri hanya mengikuti Topik 1 untuk tingkat pemula. Jadi hanya reading dan listening saja yang diujikan. Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa cari di google ya! :)

Seingatku, pertama kali aku mengetahui informasi Topik ini dari salah satu blog penerima beasiswa kgsp'15. Jadi mungkin sekitar 4 tahun lalu saat aku menginjak kelas 3 SMP, aku mempunyai rencana untuk mendaftar salah satu beasiswa pemerintah korea tersebut, akhirnya aku mencari informasi lebih lanjut mengenai Topik dan memutuskan akan mengikutinya. Pendaftaran Topik dibuka sekitar 4 bulan sebelum hari ujiannya. Jadi, sekitar 2018 akhir aku sudah mencatat perkiraan jadwal pendaftaran dan mencari tahu informasi dari berbagai sumber, misalnya seperti grup beasiswa di whatsapp, grup bahasa korea di line, grup facebook, dan lain-lain. Jujur, aku sempat kesulitan mencari informasi mengenai Topik ini karena Topik tidak seterkenal TOEFL/IELTS yang informasinya sangat mudah ditemukan dimana-mana. Akhirnya aku menemukan sedikit titik terang dari official Line milik Fakultas ilmu budaya bahasa korea ugm yang dikhusukan untuk informasi Topik. Aku mendapatkan akun tersebut dari salah satu peserta grup bahasa korea di Line. Terima kasih mbak sudah mau ngeshare! hehe~
Waktu itu sudah masuk bulan januari, tetapi informasi yang aku dapatkan belum cukup. Aku sudah sempat panik dan sempat berpikir kalau jangan-jangan pendaftarannya sudah tutup! hahaha.. Aku sampai mengurim email pihak Topik UGM untuk menanyakan mengenai pendaftaran. Oiya, aku sampai mencari tahu di internet dan bertanya ke beberapa orang mengenai bagaimana cara menulis email yang sopan! Untuk merangkai beberapa kalimat saja, butuh beberapa kali pertimbangan pemilihan kata xD Akunya saja yang lebay karena terlalu takut terlihat tidak sopan, hehehe~ Aku belajar banyak sih dari ini xD
Tapi, ujung-ujungnya emailku tetap tidak dibalas :D Setelah beberapa minggu, akhirnya aku mendapatkan tanggal pendaftaran yang pasti.

Tiket kereta sudah di tangan untuk keberangkatan januari. Untuk menghemat pengeluaran, dari Pekalongan, aku menginap di kos kakak yang berkuliah di Sebelas Maret Surakarta. Besoknya berangkatlah aku dan kakak menuju UGM dengan menggunakan motor dari Surakarta :D Menurutku hal tersebut cukup nekat, tapi biasa saja bagi kakakku xD Sampai lokasi setelah sekitar 2 jam perjalanan, kami sempat bingung di mana letak gedung soegondo, padahal sudah memakai alat bantu maps ! hahaha... Berputar-putarlah kami disana. Akhirnya kami mendapatkan beberapa petunjuk  menuju ruang pendaftaran dan informasi yang ditempel di dinding. Sampai sana menunjukkan jam istirahat kerja, sembari mengisi formulir, kami menunggu kurang lebih sekitar 1 atau 2 jam hingga bisa menyelesaikan pendaftaran akibat terpotong jam istirahat tadi. Setelah melakukan pembayaran dan keluar dari ruangan, fiuuuh~ Alhamdulillah rasanya lega sekali. Kembali lah kami ke Surakarta dengan di guyur hujan deras di malam hari dan sedikit hujan-hujanan karena jas hujan kami yang seadanya xD Sungguh perjuangan sekali XD Terima kasih mbak wina!!!! :p


Gedung Soegondo (FIB UGM)
Mengisi formulir~~

Aku mempunyai waktu sekitar beberapa bulan lagi untuk mempersiapkan ujiannya. Sebenarnya selama ini aku sudah mencicil sedikit vocab dasar yang aku pelajari dari salah satu aplikasi android. Tapi tetap saja kurang maksimal karena aku sedang berada di kelas 12 yang mana banyak sekali ujian-ujian di sekolah yang harus aku hadapi. Akhirnya aku memprioritaskan ujian-ujian di sekolah daripada Topik-nya :(
Saat itu bisa dibilang aku percaya diri diterima di SNMPTN di salah satu PTN, akhirnya aku menargetkan setelah aku sudah mendapatkan PTN dan menyelesaikan UNBK, aku akan fokus ke Topik. Aku berpikir dalam waktu sebulan sepertinya cukup untuk belajar Topik agar bisa lolos mininal level 2. Tapi ternyata aku tidak lolos SNM manteman! Bisa dibilang rencanaku berantakan, karena aku tidak memasukan SBM ke daftar rencanaku xD Kalo aku ceritakan semua disini, pasti akan panjang! hahaha..
Jarak antara UN dengan UTBK 1 dan Topik sekitar 20 hari. Sedangkan jarak antara Topik dan UTBK 1 sekitar 6 hari. Setelah UN, aku disibukkan dengan bimbingan belajar untuk mempersiapkan UTBK. Karena aku lebih mempriotitaskan UTBK, lagi-lagi aku tidak fokus mempersiapkan Topik. Jadi, Topik hanya selingan saja. Sekitar H-7 Topik, akhirnya aku melupakan UTBK sejenak :( Sebenernya merasa bersalah sih, tapi masa aku enggak belajar untuk Topik? Aku enggak mau kalau gagal lolos Topik. Melihat sisa waktu yang ada, akhirnya aku menurunkan targetku untuk setidaknya lolos level 1 saja sudah sangat bersyukur :( Sekitar H-4 kalau tidak salah, itu puncaknya belajar mati-matian memahami grammar. Dalam waktu segitu, aku hanya mampu memahami sekitar seratus sekian halaman buku Korean Grammar in Use Beginner dari tiga ratus sekian halaman :") Ujung-ujungnya yang aku pelajari hanya sedikit sekali yang keluar. Hahahah :D
But, still worth it.

H-1 baru sempat belajar memahami bentuk soal :")

Dari Surakarta ke Jogja menggunakan Prameks jam 5 pagi karena ujian dimulai jam 9 pagi. Jadwal kereta yang lainnya menurut aku kurang pas, sehingga aku memilih untuk datang sekitar 3 jam sebelum ujian dimulai daripada tergesa-gesa. Heheheh~ Sempat ada sedikit drama karena aku hampir saja tertinggal oleh kereta api :( Maka dari itu, aku sempat lari-lari di stasiun balapan dan diamati oleh beberapa orang xD Aku juga berangkat sendirian dan sepertinya terlihat seperti anak hilang yang terpisah dari ibunya :((( karena aku sempat kebingungan. Cuz, it was my first time. heheh..
Dengan dibantu bapak gojek, sampailah aku di UGM. Setelah sampai di lokasi, aku sempat berkeliling sekitar gedung Soegondo dan Masjid UGM sebelum melakukan pendaftaran ulang.

Pertama kali naik kereta ke Jogja setelah 3x ke Jogja :)
Duduk di depan stasiun sok-sokan nungguin jemputan, padahal mah bingung mau pesen gojek kapan wkkwkw
Terima kasih bapak gojek!!

Disana bisa dibilang lebih ramai dari yang aku bayangkan. Kalau sekilas dilihat dari list daftar ulang, sepertinya peserta termuda itu tahun 2000an sepantaran aku.
Beberapa kali mengobrol dengan beberapa orang, rata-rata yang aku temui sudah lulus kuliah.
Aku juga bertemu salah satu orang yang sama seperti aku jauh-jauh dari Pekalongan untuk ikut Topik ini :D

Setelah masuk ke ruangan, kami masing-masing mencari tempat duduk sesuai nomor kami. Aku sempat kebingungan mencari tempat duduk, akhirnya aku meminta tolong kepada salah satu panitianya untuk membantu mencarikan tempat duduk milikku yang ternyata tepat di pojok kanan belakang :") Maklum efek deg-degan hahahah..

Ujian di mulai setelah gong dibunyikan. Awal-awal listening dan reading bisa dibilang lumayan mudah. Tapi lama kelamaaan semakin ke nomor belakang susahnya minta ampun! :( Banyak sekali yang ragu-ragu karena tidak semua vocab aku kuasai. Rasanya pasrah dan pesimis sekali :"( Saat itu yang aku pikirkan adalah mau berapapun skornya yang penting aku berhasil lolos level 1 :")



Hasil Topik dapat dilihat satu bulan setelah ujian. Tanggal 30 Mei hari dimana hasil ujianku keluar. Aku pun googling bagaimana cara melihat hasil skor Topik dari salah satu blog. Bisa dibilang lumayan rumit karena harus men-download beberapa aplikasi dan merubah setting-an browser agar hasil bisa dibuka dan di-print. 

Alhamdulillah. Dengan persiapan yang bisa dibilang cukup singkat, aku sangat bersyukur masih bisa mendapatkan hasil sesuai target, yaitu mencapai level 1 :)
Walau pun bisa dibilang skornya tidak wow sama sekali :')
Apalagi jika dibandingkan dengan peserta lain, skorku bukan lah apa-apa :D hahaha..
at least i've tried my best.


131/200 :D


Alhamdulillah...

Aku yakin, jika aku mempersiapkan jauh-jauh hari pasti lebih matang dan hasilnya akan jauh lebih baik.

Harapannya, sertifikat bahasa ini bisa berguna untuk tujuan awal aku, yaitu beasiswa pemerintah Korea.

Semoga kamu bisa menggapai cita-citamu ya Ndri!

  • Allah s.w.t Maha Tahu apa yang terbaik bagi Hamba yang dicintainya.

Insyaallah...
Semangat!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar